Variasi Mikro raup keuntungan lebih
Dilengakapi LCD Sonny dan specker Legasi serta tiga alat power yang terletak dibagian dalam belakang mobil angkot trayek Pall Dua - Airmadidi yang dikreasikan sang pemilik, Jimmy Bokong, menjadikan kendaraan penumpang tersebut bagaikan mesin penghasil pundi-pundi ekonomi.
Dengan variasi velg ukuran 15 inci menggunakan ban tipis dengan balutan stiker warna hitam dibagian body kendaraan, serta tempat duduk telah dikombinasikan warna hijau dan hitam, tak ayal meraup keuntungan dengan penghasilan rata Rp300 ribu perhari.
Meskipun telah mengeluarkan dana cukup besar untuk menjadikan sebuah mobil angkot dengan berbagai variasi, namun demikian hasil tersebut ternyata memberikan keuntungan tersendiri dari keinginan itu.
"Anggaran yang dikeluarkan untuk modifikasi sekitar Rp30 juta," ujar Jimmy Bokong.
Dikatakannya, suatu perbedaan saat belum dimodifikasi dapat dirasakannya.
"Namun setelah dipenuhi berbagai sound sistem maupun LCD, ternyata perbedaan penumpang lebih nyata," katanya.
Dia mengatakan, kebanyakan yang naik pada mobilnya rata-rata muda mudi tingkatan SMA sederajat.
"Anak sekolah lebih suka kalau tampilan kendaraannya lebih gaul, sehingga beramai-ramailah muda mudi ini memadati kendaraan," katanya.
Modifikasi kendaraan angkot oleh Jimmy Bokong tak terlepas dari dukungan Keluarga sang istri Ane Rutinsulu yang dikaruniai seorang anak bernama Villy.
"Yang pasti keluarga senang, karena keutungannya pun dapat dirasakan," katanya.
Dia mengatakan, jika ada tambahan modal, bukan tidak mungkin beberapa bagian kendaraan angkotnya itu, bakal ditambah alat lainnya demi menunjang kepuasan lewat modifikasi.
