Pemkab Minut Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
kawanuasatu.com (Minut)-- Pemerintah Kabupaten dibawah pimpinan Bupati Minahasa Utara Dr Joune J E Ganda SE MAP MM MSi tetap komitmen tingkatkan mutu pendidikan lewat peran Kepela Sekolah dan Guru.
Atas dasar itulah Dinas Pendidikan Minahasa Utara bekerjasama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut, menggelar agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Transformasi Pendidikan" yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi literasi dan numerasi bagi para pendidik serta tenaga kependidikan, yang berlangsung di Atrium BPMP Sulut, Senin.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para kepala sekolah dan guru mampu menguasai serta menerapkan metode dan pemodelan pembelajaran yang tepat. Dengan begitu, kompetensi literasi dan numerasi peserta didik dapat meningkat secara signifikan, yang nantinya akan tercermin pada Raport Pendidikan daerah,” ujar Ketua Panitia Jofieta Supit yang juga Kadis Pendidikan Minut dalam laporannya.
Kadis Pendidikan mengatakan, fokus utama dari kegiatan ini adalah menyasar peningkatan kompetensi para penentu kebijakan dan praktisi di garda terdepan pendidikan.
Adapun kegiatan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin (18/5) hingga Jumat, (22/5), yang dikuti sebanyak 548 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari berbagai tingkatan. Adapun rinciannya mencakup 19 peserta dari jenjang TK, 382 peserta dari jenjang SD, dan 147 peserta dari jenjang SMP.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan kapasitas pendidik ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis dapat melahirkan pemulihan pembelajaran yang transformatif dan berkelanjutan bagi generasi muda di daerah.
Sementara Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry H.J Dien, S.T, M.Inf.Tech (Man) mengatakan, kegiatan Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi dari Kementrian melalui Ditjen PAUD Dasmen terkait masih rendahnya pengetahuan tentang literasi dan numerasi yang ada di daerah ini.
”Kami mengapresiasi Pak Bupati melalui Dinas pendidikan yang langsung merespon rekomendasi ini, dimana besarnya animo dan keikutsertaan para kepada sekolah dan tenaga pendidik dalam kegiatan ini” ujar Febry.
Febry mengakui, kemitraan BPMP dan Pemkab Minut dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dalam berbagai aspek sangat baik.
Dalam Bimtek tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Drs. Jossy C. Kawengian, mewakili Bupati Minut menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan.
Lanjut Kawengian, pendidikan juga menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Minahasa Utara. Oleh sebab itu, momentum transformasi ini menuntut adanya pergeseran paradigma yang total, yakni beralih dari sekadar rutinitas administratif menuju Perencanaan Berbasis Data (PBD).
“Kita harus menjadikan data Rapor Pendidikan sebagai kompas utama. Melalui acuan data yang akurat, kita bisa memetakan dan mendiagnosis dengan tepat wilayah mana saja yang memerlukan intervensi cepat, khususnya pada dua kompetensi dasar yang sangat krusial, yaitu literasi dan numerasi,” ujar Asisten Tiga Pemkab Minut.
Lanjutnya, peningkatan kualitas literasi dan numerasi siswa bukanlah tugas tunggal Dinas Pendidikan belakangan ini. Hal tersebut merupakan ‘raport kolektif’ yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
Untuk itulah, dwmi mewujudkan ekosistem yang mendukung kata Kawengian, kegiatan ini harus melibatkan lintas instansi sebagai narasumber, mulai dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat, hingga Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Masing-masing lembaga ini memegang peran strategis:
Bappeda bertugas memastikan program penguatan ini masuk dan selaras dengan dokumen perencanaan daerah.
Inspektorat berperan mengawal akuntabilitas, efisiensi penggunaan dana BOS, serta memastikan program berjalan efektif tanpa tumpang tindih.
BKAD mengawal agar seluruh penganggaran kegiatan ini terakomodasi dengan baik dalam APBD tahun berjalan.
Sinergi yang kuat ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang berdampak langsung di ruang-ruang kelas. Target utamanya adalah agar anak didik tidak hanya sekadar mampu membaca atau berhitung dengan cepat, melainkan memiliki kemampuan bernalar logis, berpikir kritis, serta cakap dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
Kawengian dalam sambutan Bupati, menyampaikan pesan khusus kepada seluruh kepala sekolah, pengawas, dan guru yang hadir, diinstruksikan untuk bertindak sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.
Para peserta diminta menyerap materi pelatihan ini dengan optimal, menghidupkan kembali komunitas belajar, serta memaksimalkan pemanfaatan platform teknologi pendidikan yang sudah tersedia.
“Mari kita jadikan momentum transformasi ini sebagai titik balik bersama demi menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas tinggi di seluruh wilayah Minahasa Utara,” pungkas Jossy, sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Acara pembukaan itu dihadiri jajaran pejabat daerah yakni Kepala Inspektorat Minut Steven Tuwaidan, S.Sos, Msi, Kadis Pendidikan Ir Jovieta Supit, Msi kepala sekolah, pengawas, hingga guru se- Kabupaten Minahasa Utara. Hadir juga Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry H.J Dien, S.T, M.Inf.Tech (Man) bersama jajaran.(MRT)
