Putra Surabaya Ukir Jiwa Balap Di Manado
Bayu Aji
Bergelut di dunia balap sejak SMP kelas 2, merupakan sensasi tersendiri bagi dirinya akan sebuah hobi menantang yang terbilang salah satu olahraga ekstrim itu.
Dia lah Bayu Aji, tak ada kata takut bagi dirinya untuk melakukan misi balap oleh karena hobi yang sudah mendarah daging. Berawal dari balap liar yang dilakoninya secara sembunyi-sembunyi, yang jika ketahuan orang tua lelakinya akan berdampak runtuhnya motifasi juga mental hobi balapnya.
Namun apa boleh dikata, seperti sebuah pribahasa barang busuk kalau disimpan pasti tercium juga. Dan seperti itulah yang di alami sosok lelaki mempunyai tatapan tajam juga senyum memikat wanita itu, hingga balapan liarnya akhirnya pun diketahui orang tua.
Tak disadarinya, ternyata lewat aksi balapan liar yang diketahui orang tua, malah berdampak baik baik bagi bayu. Hobinya pun akhirnya direstui orang tua untuk terjun pada arena balapan sesungguhnya.
"Awalnya kena marah, ayah menyuruh saya berhenti balapan liar, tapi disuruhnya balapan pada tempatnya, sekaligus mengikuti jejak kakaknya yang terlebih dahulu menggeluti dunia balap.
Awal balapan kata Bayu, dirinya langsung dikasih yamaha FZR, dengan catatan tidak balapan liar lagi apalagi balapan sembunyi-sembunyi. Mulai dari direstuinya balapan sama orang tua, dia pun latihan bahkan hampir setiap iven yamg digelar di Jawa Timur pasti ikut.
Hobi itu pun membuahkan hasil, dirinya pun beberapa kali mengukir prestasi meski menempati posisi tiga maupun lima besar saat ajang road race di wilayah Jawa Timur. Saat berprestasi itulah dia mengakui mempunyai kebanggaan tersendiri.
Namun demikian, proses itu tak berlangsung lama, saat memasuki masa kuliah, Bayu pun harus mengakhiri karirnya menunggangi kuda besi di arena balap dan fokus pada kuliah.
Vacum dalam dunia balap beberapa tahun, hingga sukses meniti karir pada bidang kerjanya, jiwa balap seakan terus terukir dalam benaknya. Meski tak turun langsung menjadi "Joki" istilah bagi pebalap, namun sesekali dirinya merasakan sensasi balap yang sekedar menumbuhkan kembali adrenalin di sirkuit.
Hobby balapnya tak pernah pudar. Saat suksesnya mengumpulkan modal sedikit demi sedikit, kemauan besar di dunia otomotif pun tumbuh.
Seni balap itu pun tumbuh di Manado Sulawesi Utara. Satu demi satu motor diambil bermodalkan gaji yang hanya seberapa diakuinya, hingga mencari usaha sampingan di bidang warnet, tak pelak usaha yang digelutinya membuahkan hasil.
Putra Surabaya yang merantau di Manado ini pun kembali mengambil unit motor sebagai penunjang kerjanya. Bahkan beliau sedang membuat tiga unit motor balap secara bertahap dan dalam penyelesaian diantaranya Yamaha MX, MX King dan R15. Dari motor balapnya itu nantinya dengan harapan dapat mengorbitkan beberapa pebalap muda di Manado.
Diakuinya, apa yang dilakoninya itu menjadi sebuah kebanggaan dengan kata lain kenikmatan atau puas saat settingan motor sesuai kemauan.
"Hobi ini bukan sekedar main-main tapi ingin kembali merangsang dunia otomotif di Indonesia khususnya Manado, dengan harapan pebalap yang di orbitkannya dapat berprestasi hingga berkancah ke ajang nasional bahkan internasioal," ujar bayu dengan penuh harap.
Memegang peran penting di dunia kerjanya tak menurunkan niat hobi balapnya meski sebatas pemberian diri lewat motifasi.
"Yang pasti kerja selalu diutamakan, dan syukur alhamdulilah tidak mengganggu antar hobi dan kerja, terutama keluarga. Saat pekerjaan usai barulah sempatkan hobi membongkar mesin motor untuk ajang balapan, sambil mencari referensi di online juga berkoordinasi dengan para ahli mesin spar part yang tepat untuk sebuah mesin balap," ujar Suami dari Suci yang telah dianugerahi sang buah hati ini.
Dia berharap, bagi yang hobby balap atau pun para pebalap dapat menyalurkan bakat pada tempatnya, kalau perlu didampingi oleh ahli di dunia balap itu sendiri.
So, bravo otomotif Sulut!!! (Melky)
